MAKALAH
EKONOMI MIKRO ISLAM
Struktur pasar islami
2
oleh
Nama: Medika Yunita
prodi : Perbankan Syariah
STRUKTUR PASAR ISLAMI
A.
JENIS – JENIS STUKTUR PASAR
a.
Pasar
persaingan sempurna
Pasar
persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat mobilitas sempurna dari
sumberdaya serta adanya pengetahuan yang sempurna baik pembeli maupun penjual,
sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak bebas. Contoh
persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.
Pasar
persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau
industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual tidak
dapat mempengaruhi keadaan pasar.[1]
Ciri
– ciri pasar persaingan sempurna:
1.
Perusahaan
adalah pengambil harga
2.
Setiap
perusahaan mudah keluar atau masuk
3.
Menghasilkan
barang serupa
4.
Terdapat
banyak perusahaan di pasar
5.
Pembeli
mempunyai pengetahuan yang serupa mengenai pasar.
Islam menegaskan bahwa
pasar harus berdiri di atas prinsip persaingan bebas (perfect competition).
Namun bukan berarti kebebasan itu mutlak, tetapi kebebasan itu harus sesuai
dengan aturan syari’ah. Pasar persaingan [2]sempurna adalah jenis
pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang
dijual bersifat homogen atau sama dan tidak dapat dibedakan. Suatu harga
terbentuk karena mekanisme pasar dan pengaruh hasil dari suatu penawaran dan
permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar tidak dapat mempengaruhi harga
dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker)
saja.
Secara grafis, kurva permintaan digambarkan
dengan garis horizontal, atau disebut dengan elastis sempuna. Bila penjual
menjual dengan harga diatas harga pasar, kuantitas permintaan nihil (Qd = 0).
Bila pembeli ingin membeli dengan harga dibawa harga pasar, penjual tidak mau
menjual (Qd = 0) karena ia dapat menjual dengan harga yang lebih baik yaitu
pada harga pasarnya.
Tidak optimal penjual terjadi ketika MC = MR.
Karena bentuk Kurva permitaa D berupa garis horizonntal, maka kuva permintaan
D terhimpit dengan kurva marginal
reveneu Mr, dan dengan kurva average revenenue AR. Sedangkan kurva Penawaran S
adalah juga kurva Mc. Keseimbangan terjadi pada titik (p*, q*), yaitu ketika
kurva MC bertemu dengan kurva MR, dalam hal ini ketika S=D.[3]
b.
Pasar
Moopilistik
Pasar monopolistik adalah pasar yang berada di
antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli.
Dapat didefinisikan suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang yang berbeda corak
Ciri-ciri persaingan monopolistik
1)
Terdapat
banyak penjual
2)
Barangnya
berbeda corak
3)
Perusahaan
mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
4)
Kemasukan
ke dalam industri relatif mudah
5)
Persaingan
promosi penjualan sangat aktif
Dalam pasar persaingan
sempurna penjual tidak dapat menentukan harga barangnya, ia hanya mengikuti
harga yang berlaku di pasar. Sebaliknya di pasar monopolistik, penjal dapat
menentukan harga barangnya karena barang yang dijual mempunyai keunikan.
Keunikan itulah yang membuka peluang untuk menentukan harganya berbeda dengan
hargalain di pasar.
Dizaman Umar ibn
Khattab r.a komoditi anggur kering dijual dalam keadaan homogen, apa adanya,
tidak dibubuhi merek ini dan itu. Pembubuhan merek biasanya dilakukan penjual
untuk memberika memberika diferensiasi terhadap produknya, sehingga biasanya
barang yang bermerek dijual lebih mahal daripada yang tidak bermerek.
Jadi pada zaman itu
komoditas anggur kering dapat dikategorikan sebagai pasar persaingan sempurna. Semua
penjual mengikuti harga yang dipasar. Ketika itu, salah seorang pedanggang
bernama Hatib ibn Abi Balta’ah kedapatan menjualanggur kering dengan harga
dibawa pasar. Umar menegaskan,” naikan hargamu pada harga pasar, atau
tinggalkan pasar kami.”[4]
“naikan hargamu pada
harga pasar pasar” menunjukan pilihan pertama yang diberikan Umar, yaitu bila
Hatib ingin menjual barangnya sebagai barang yang homogen, maka ia harus tunduk
pada hukum yang berlaku dipasar bersaing sempurna. “atau tinggalkan pasar kami”
menunjukan pilihan kedua yang diberikan Uma, yaitu bila Hatib ingin menjual
barangnya sebagai barang yang terdiferensiasi, maka ia harus menambah keunikan
pada berangnya.
Titik optimal penjual
terjadi ketika MC=MR. Karena bentuk kurva permintaan D berupa garis slope
negatif (dari kanan atas ke kiri bawah), maka kurva permintaan D tidak
terhimpit dengan kurva marginal revenue MR. Slope negatif kurva permintaan D
tidak curam bahkan relatif landai. Hal ini menunjukan kurva permintaan D
relatif elastis, karena banyak penjual yang menjual barang yang mirip (close
dubtitute). Jadi slope negatif disebabkan barang yang terdiferensiasi,
sedangkan bentuknya yang landai disebabkan banyak barng yang mirip dipasar.
Sedangkan kurva
penawaran S adalah juga kurva MC. Keseimbangan terjadi pada titik (p*,q*),
yaitu ketika kurva MC bertemu dengan kurva MR. Kurva AR berhimpidengan kurva D,
karena
TR = p × q
R = (p×q)/q= p = D[5]
c.
Pasar
Monopoli
Dimana suatu bentuk
pasar di mana dalam pasar hanya terdapat satu penjual yang menguasai
pasar. Seorang monopolis adalah sebagai penentu harga (price-maker),
seorang monopolis dapat menaikkan atau mengurangi harga dengan cara
menentukan jumlah barang yang akan diproduksi semakin sedikit barang
yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula
sebaliknya.
Dalam Islam keberadaan
satu penjual di pasar atau yang tidak ada pesaingnya, tidaklah dilarang
dalam Islam akan tetapi, dia tidak boleh melakukan ihtikar.[6] Karena ihtikar adalah
mengambil suatu keuntungan di atas keuntungan yang normal yang dengan
cara menjual sedikit jumlah suatu barang agar mendapatkan harga yang
tinggi. Maka pasar seperti ini dilarang dalam Islam sebagaimana sabda
Rasulullah SAW.
“barang
siapa yang melakukan ihtikar untuk merusak harga pasar sehingga harga naik
secara tajam, maka ia berdosa.” (riwayat ibn Maja dan Ahmad).
Titik
optimal penjual terjadi ketika MC=MR. Karena bentuk kurva permintaan D berupa
garis slope negatif (dari kanan ke kiri bawah), maka kurva permintaan D tidak
berhimpit dengan kurva marginal dengan kurva marginal MR.
Berbeda
dengan monopolistik competition yang slope – nya landai, kurva permintaan D pada
pasar monopoli bentuknya curam. Secara matematis dapat dikatakan MR =Ω AR.[7]
d.
Pasar
Oligopoli
Pasar dimana penawaran
satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan
lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Praktek oligopoli biasanya dilakukan
sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan untuk masuk ke
dalam pasar, dan tujuan perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli adalah
sebagai salah satu usaha untuk menikmati suatu keuntungan dengan menetapkan
harga jual terbatas, sehingga menyebabkan persaingan harga diantara pelaku
usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar
oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki modal yang
tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam
pasar oligopoli dimana ada sedikit penjual yang menjual barang yang sama, maka
aksi penjual harus memperhatikan reaksi penjual lainada dua aksi yang dapat
diambil penjual yaitu:
1.
Menentukan
beberapa kualitas yang akan diproduksinya
2.
Menentukan
beberapa harga yang yang akan ditawarkanya
B.
STRUKTUR PASAR ISLAMI
a. Struktur Pasar
Struktur adalah pengelompokan variabel-variabel yang bernaung dalam satu
nama yang sama. Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi
yang berkaitan menjadi sebuah. Struktur pasar menggambarkan jumlah pelaku dalam
suatu pasar. Sekaligus menggambarkan tingkat kompetisi yang terjadi dalam suatu
pasar tersebut. Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada
beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang
dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau
masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa
ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, dan monopolistik).[8]
Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan
diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat
efisiensi, semakin tinggi jumlah pelaku dalam pasar maka tingkat persaingan
akan semakin tinggi sehingga menuntut untuk lebih efisien
ü
Pentingnya Struktur Pasar
Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan
diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat
efisiensi, jadi semakin tinggi jumlah pelaku dalam pasar, maka tingkat
persaingan akan semakin tinggi sehingga menuntut untuk lebih efisien.
ü
Struktur Pasar Yang Islami
Struktur Pasar yang Islami adalah Pasar yang menciptakan tingkat harga yang
adil. Adil dalam hal ini adalah tidak merugikan konsumen maupun produsen,
terkait dengan surplus produsen dan surplus konsumen. Struktur Pasar dalam
Islam didasarkan atas prinsip kebebasan, termasuk dalam melakukan kegiatan
ekonomi.
C.
KESIMPULAN
ü Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar
berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya
perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri
dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
ü Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan
diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat
efisiensi.
ü Struktur Pasar dalam
Islam didasarkan atas prinsip kebebasan, termasuk dalam melakukan kegiatan
ekonomi.
ü Ciri pasar persaingan sempurna : homogenitas produk, pengetahuan sempurna,
output perusahaan relatif kecil, perusahaan menerima harga yang ditentukan
pasar, keleluasaan keluar-masuk pasar.
ü Macam pasar persaingan tidak sempurna : pasar monopoli, pasar monopolistik,
pasar oligopoli
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, Euis dan
M. Nur Rianto. 2010. Teori mikro ekonomi suatu perbandingan ekonomi islam
dan ekonomi konvensional. Jakarta:
Kencana Prenada
Jusmaliani
dkk, Kebijakan Ekonomi Mikro Dalam Islam. 2005. Yogyakarta:
Kreasi Wacana
Karim ,Adiwarman A. Ekonomi Mikro Islami,. 2010. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Karim ,Adiwarman A. Ekonomi Mikro Islami,. 2008. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar