Sabtu, 05 September 2015

STRUKTUR PASAR ISLAMI



MAKALAH EKONOMI MIKRO ISLAM

Struktur pasar islami
 




2

 oleh 

Nama:    Medika Yunita
prodi :    Perbankan Syariah
 
 







STRUKTUR PASAR ISLAMI
A.      JENIS – JENIS STUKTUR PASAR
a.       Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat mobilitas sempurna dari sumberdaya serta adanya pengetahuan yang sempurna baik pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak bebas. Contoh persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar modal atau pasar uang.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar.[1]
Ciri – ciri pasar persaingan sempurna:
1.      Perusahaan adalah pengambil harga
2.      Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
3.      Menghasilkan barang serupa
4.      Terdapat banyak perusahaan di pasar
5.      Pembeli mempunyai pengetahuan yang serupa mengenai pasar.
Islam menegaskan bahwa pasar harus berdiri di atas prinsip persaingan bebas (perfect competition). Namun bukan berarti kebebasan itu mutlak, tetapi kebebasan itu harus sesuai dengan aturan syari’ah. Pasar persaingan [2]sempurna adalah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen atau sama dan tidak dapat dibedakan. Suatu harga terbentuk karena mekanisme pasar dan pengaruh hasil dari suatu penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker) saja.


 





   Secara grafis, kurva permintaan digambarkan dengan garis horizontal, atau disebut dengan elastis sempuna. Bila penjual menjual dengan harga diatas harga pasar, kuantitas permintaan nihil (Qd = 0). Bila pembeli ingin membeli dengan harga dibawa harga pasar, penjual tidak mau menjual (Qd = 0) karena ia dapat menjual dengan harga yang lebih baik yaitu pada harga pasarnya.
   Tidak optimal penjual terjadi ketika MC = MR. Karena bentuk Kurva permitaa D berupa garis horizonntal, maka kuva permintaan D  terhimpit dengan kurva marginal reveneu Mr, dan dengan kurva average revenenue AR. Sedangkan kurva Penawaran S adalah juga kurva Mc. Keseimbangan terjadi pada titik (p*, q*), yaitu ketika kurva MC bertemu dengan kurva MR, dalam hal ini ketika S=D.[3]
b.      Pasar Moopilistik
Pasar monopolistik adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Dapat didefinisikan suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak
 Ciri-ciri persaingan monopolistik
1)      Terdapat banyak penjual
2)      Barangnya berbeda corak
3)      Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
4)      Kemasukan ke dalam industri relatif mudah
5)      Persaingan promosi penjualan sangat aktif
Dalam pasar persaingan sempurna penjual tidak dapat menentukan harga barangnya, ia hanya mengikuti harga yang berlaku di pasar. Sebaliknya di pasar monopolistik, penjal dapat menentukan harga barangnya karena barang yang dijual mempunyai keunikan. Keunikan itulah yang membuka peluang untuk menentukan harganya berbeda dengan hargalain di pasar.
Dizaman Umar ibn Khattab r.a komoditi anggur kering dijual dalam keadaan homogen, apa adanya, tidak dibubuhi merek ini dan itu. Pembubuhan merek biasanya dilakukan penjual untuk memberika memberika diferensiasi terhadap produknya, sehingga biasanya barang yang bermerek dijual lebih mahal daripada yang tidak bermerek.
Jadi pada zaman itu komoditas anggur kering dapat dikategorikan sebagai pasar persaingan sempurna. Semua penjual mengikuti harga yang dipasar. Ketika itu, salah seorang pedanggang bernama Hatib ibn Abi Balta’ah kedapatan menjualanggur kering dengan harga dibawa pasar. Umar menegaskan,” naikan hargamu pada harga pasar, atau tinggalkan pasar kami.”[4]
“naikan hargamu pada harga pasar pasar” menunjukan pilihan pertama yang diberikan Umar, yaitu bila Hatib ingin menjual barangnya sebagai barang yang homogen, maka ia harus tunduk pada hukum yang berlaku dipasar bersaing sempurna. “atau tinggalkan pasar kami” menunjukan pilihan kedua yang diberikan Uma, yaitu bila Hatib ingin menjual barangnya sebagai barang yang terdiferensiasi, maka ia harus menambah keunikan pada berangnya.
Titik optimal penjual terjadi ketika MC=MR. Karena bentuk kurva permintaan D berupa garis slope negatif (dari kanan atas ke kiri bawah), maka kurva permintaan D tidak terhimpit dengan kurva marginal revenue MR. Slope negatif kurva permintaan D tidak curam bahkan relatif landai. Hal ini menunjukan kurva permintaan D relatif elastis, karena banyak penjual yang menjual barang yang mirip (close dubtitute). Jadi slope negatif disebabkan barang yang terdiferensiasi, sedangkan bentuknya yang landai disebabkan banyak barng yang mirip dipasar.









Sedangkan kurva penawaran S adalah juga kurva MC. Keseimbangan terjadi pada titik (p*,q*), yaitu ketika kurva MC bertemu dengan kurva MR. Kurva AR berhimpidengan kurva D, karena
TR = p × q
R = (p×q)/q= p = D[5]
c.       Pasar Monopoli
Dimana suatu bentuk pasar di mana dalam pasar hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Seorang monopolis adalah sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikkan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Dalam Islam keberadaan satu penjual di pasar atau yang tidak ada pesaingnya, tidaklah dilarang dalam Islam akan tetapi, dia tidak boleh melakukan ihtikar.[6] Karena ihtikar adalah mengambil suatu keuntungan di atas keuntungan yang normal yang dengan cara menjual sedikit jumlah suatu barang agar mendapatkan harga yang tinggi. Maka pasar seperti ini dilarang dalam Islam sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“barang siapa yang melakukan ihtikar untuk merusak harga pasar sehingga harga naik secara tajam, maka ia berdosa.” (riwayat ibn Maja dan Ahmad).
Titik optimal penjual terjadi ketika MC=MR. Karena bentuk kurva permintaan D berupa garis slope negatif (dari kanan ke kiri bawah), maka kurva permintaan D tidak berhimpit dengan kurva marginal dengan kurva marginal MR.
Berbeda dengan monopolistik competition yang slope – nya landai, kurva permintaan D pada pasar monopoli bentuknya curam. Secara matematis dapat dikatakan MR =Ω AR.[7]
d.      Pasar Oligopoli
Pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Praktek oligopoli biasanya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan untuk masuk ke dalam pasar, dan tujuan perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli adalah sebagai salah satu usaha untuk menikmati suatu keuntungan dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan persaingan harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki modal yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam pasar oligopoli dimana ada sedikit penjual yang menjual barang yang sama, maka aksi penjual harus memperhatikan reaksi penjual lainada dua aksi yang dapat diambil penjual yaitu:
1.      Menentukan beberapa kualitas yang akan diproduksinya
2.      Menentukan beberapa harga yang yang akan ditawarkanya

B.       STRUKTUR PASAR ISLAMI
a.      Struktur Pasar
Struktur adalah pengelompokan variabel-variabel yang bernaung dalam satu nama yang sama. Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi yang berkaitan menjadi sebuah. Struktur pasar menggambarkan jumlah pelaku dalam suatu pasar. Sekaligus menggambarkan tingkat kompetisi yang terjadi dalam suatu pasar tersebut. Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, dan monopolistik).[8]
Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat efisiensi, semakin tinggi jumlah pelaku dalam pasar maka tingkat persaingan akan semakin tinggi sehingga menuntut untuk lebih efisien
ü   Pentingnya Struktur Pasar
Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat efisiensi, jadi semakin tinggi jumlah pelaku dalam pasar, maka tingkat persaingan akan semakin tinggi sehingga menuntut untuk lebih efisien.
ü   Struktur Pasar Yang Islami
Struktur Pasar yang Islami adalah Pasar yang menciptakan tingkat harga yang adil. Adil dalam hal ini adalah tidak merugikan konsumen maupun produsen, terkait dengan surplus produsen dan surplus konsumen. Struktur Pasar dalam Islam didasarkan atas prinsip kebebasan, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi.























C.      KESIMPULAN
ü  Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
ü  Struktur pasar sangatlah penting, karena terkait dengan harga yang akan diterima oleh konsumen. Struktur pasar juga akan mempengaruhi tingkat efisiensi.
ü   Struktur Pasar dalam Islam didasarkan atas prinsip kebebasan, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi.
ü  Ciri pasar persaingan sempurna : homogenitas produk, pengetahuan sempurna, output perusahaan relatif kecil, perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar, keleluasaan keluar-masuk pasar.
ü  Macam pasar persaingan tidak sempurna : pasar monopoli, pasar monopolistik, pasar oligopoli

DAFTAR PUSTAKA
Amalia, Euis dan M. Nur Rianto. 2010. Teori mikro ekonomi suatu perbandingan ekonomi islam dan ekonomi konvensional.  Jakarta: Kencana Prenada
Jusmaliani dkk, Kebijakan Ekonomi Mikro Dalam Islam. 2005. Yogyakarta: Kreasi Wacana
Karim ,Adiwarman A. Ekonomi Mikro Islami,. 2010. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Karim ,Adiwarman A.  Ekonomi Mikro Islami,. 2008. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada














[1] Euis Amalia, M. Nur Rianto. teori mikro ekonomi suatu perbandingan ekonomi islam dan ekonomi konvensional. ( Jakarta: Kencana Prenada : 2010). Hal 218
[2] Jusmaliani dkk, Kebijakan Ekonomi Mikro Dalam Islam. (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2005), hlm. 198
[3] Adiwarman A. Karim,  Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm 170
[4] Adiwarman A. Karim,  Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm 171
[5] Adiwarman A. Karim,  Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm 172
[6] Adiwarman A. Karim,  Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm 173
[7] Ibid, hal 174
[8] Adiwarman A. Karim,  Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm 167

Tidak ada komentar:

Posting Komentar